BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Selasa, 13 April 2010

Raaaaaaaandy MIRIP SAMA JUSTIN BIBER *SUARANYA

ada yg mirip sama justin biber suaranya persis men walaupun dikit tapi mirip lah


Jumat, 09 April 2010

Pesona komputer dengan monitor layar sentuh alias touchscreen, sepertinya akan mulai 'menyihir' anak-anak di dunia. Biro riset Gartner bahkan berani memprediksi, komputer tablet seperti keluaran Apple iPad ini, nantinya akan digunakan oleh 50% anak pada tahun 2015 mendatang.
Para bocah ini lebih memilih kontrol komputer dengan sentuhan daripada dengan mouse atau keyboard. Namun berbeda di kalangan bisnis, hanya 10% dari mereka diyakini mengadopsi komputer layar sentuh pada waktu yang sama.
Sebab pada dunia bisnis, antara lain dibutuhkan pengetikan cepat yang mungkin belum bisa dipenuhi dengan layar sentuh. Karena itu, keyboard biasa masih lebih diandalkan.
"Apa yang bakal kita lihat adalah generasi muda akan mulai memakai komputer touchscreen lebih cepat daripada kalangan enterprise," ujar Leslie Fiering, Research Vice President Gartner, seperti dikutip detikINET dari TechRadar, Jumat (9/4/2010).
Prediksi itu merupakan lonjakan pesat. Sebab pada tahun 2009, persentase pengguna komputer layar sentuh di kalangan anak-anak masih kurang dari 2%.
Salah satu faktor pemicunya adalah adopsi komputer touchscreen di institusi pendidikan yang terus meningkat. Hal ini bakal membuat anak-anak jadi terbiasa memakai gadget tersebut di masa depan.

Beda Pola Makan, Beda Pula Bakteri Ususnya

PARIS, KOMPAS.com — Usus dulunya hanya dipandang sebagai gudang penyimpan makanan dan tong sampah sisa pencernaan makanan. Namun, konsep baru menyebutkan, usus merupakan organ penting dalam sistem kekebalan tubuh karena di sana ada miliaran mikroba dalam usus yang berperan penting bagi kesehatan.
Bakteri atau flora usus ada sekitar 100-400 jenis. Secara sederhana, bakteri-bakteri ini dikelompokkan sebagai bakteri baik dan bakteri jahat. Jenis bakteri yang hidup di usus manusia ternyata berbeda-beda, tergantung pada budaya karena variasi makanannya juga berlainan.
Para ilmuwan dari Perancis baru-baru ini melakukan identifikasi terhadap gen mikroba yang ditemukan pada rumput laut yang sudah membusuk. Ketika mereka mencari tahu jenis gen mikroba, diketahui bahwa gen bakteri bernama Bacteroides plebeius tersebut tidak cuma ada pada produk laut lain, tetapi juga hidup di usus orang Jepang.
"Jenis mikroba di usus dipengaruhi pada nutrisi yang kita asup, dan energi yang kita dapat dari nutrisi juga dipengaruhi oleh bakteri di usus," kata Mirjam Czjzek, peneliti dari French National Center for Scientific Research.
Para ahli menduga, bakteri usus pada orang-orang Jepang itu mungkin berasal dari gen rumput laut, mengingat Jepang adalah bangsa pencinta makanan laut. Mikroba Bacteroides plebeius diketahui berdampak positif pada koloni bakteri di usus karena bisa menyuburkan bakteri baik dan mencerna rumput laut.
Untuk membuktikan apakah gen ini juga hadir pada mikroflora orang di luar Jepang, Czjzek dan timnya mengkaji studi sebelumnya tentang usus orang Jepang dan Amerika Utara. Ternyata gen ini tidak ditemukan pada orang Amerika Utara, tetapi gen ini ditemukan pada 5 dari 13 orang Jepang.

alien nyumput di gelster

ANTARTIKA, KOMPAS.com - Belakangan ini, panorama Gletser Darah muncul lagi di sebuah lokasi benua Antartika. Fenomena tersebut terletak di Mc Murdo Dry Valleys yang terkenal sebagai wilayah maha luas tanpa es, adalah salah satu wilayah paling unik di benua Antartika.
Lembah dimaksud meski berlokasi di Kutub Selatan, namun selamanya jarang terdapat lapisan es, karena angin yang menyapu ke arah lembah dengan kecepatan (badai) 320 km/jam mampu merenggut seluruh kelembaban.
Ketika seseorang berjalan sendiri menapaki lembah itu, setelah melalui bangkai pinguin dan hewan-hewan lainnya, akhirnya bisa menyaksikan sebuah gletser “Darah”.
Konon gletser berdarah itu ditemukan oleh team ekspedisi Robert Scott pada 1911, belakangan terbukti diakibatkan oleh pengoksidasian zat besi.
Dikabarkan, setiap jangka waktu tertentu, gletser bisa menyemburkan cairan jernih yang kaya dengan zat besi yang kemudian dengan segera terjadi oksidasi menjadi berwarna merah tua yang menggiriskan.
Discover Magazine menyebutkan, cairan tersebut bersumber dari danau air asin yang kaya kandungan garam di kedalaman lapisan es 390 meter.
Penelitian terkini sudah menemukan terdapat bakteri di dalam situasi sedemikian sulit yang hidupnya mengandalkan senyawa zat belerang dan besi.
Menurut peneliti, semenjak gletser lahir dari danau, menciptakan lingkungan ekologi yang sedemikian dingin, gelap dan tanpa oksigen. Kelompok bakteri semacam itu sudah terisolasi selama 150 juta tahun.
Selain itu para ilmuwan juga beranggapan, gletser berdarah yang dihasilkan oleh bakteri tersebut kemungkinan terdapat mahluk hidup luar angkasa yang hidup di tata surya kita, misalkan di bawah lapisan es kedua kutub planet Mars dan (sebuah bulan milik) Jupiter kemungkinan juga terdapat kehidupan.